Foto Saat Puasa Asyura Jatuh pada Kamis 20 September 2018, Berikut Keutamaan dan Tata Cara Pelaksanaannya

Puasa Asyura Jatuh pada Kamis 20 September 2018, Berikut Keutamaan dan Tata Cara Pelaksanaannya

- Bulan Muharram menjadi satu di antara bulan suci bagi umat Islam selain bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW menyebut bulan Muharram menjadi bulan istimewa untuk memperbanyak amal ibadah, di antaranya dengan berpuasa.

Puasa sunah Asyura di tanggal 10 Muharram jatuh pada Kamis, 20 September 2018.

Dikutip dari infaqdakwahcenter.com, Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak puasa di bulan Muharram.

Khususnya puasa Asyura dengan keutamaan bisa menghapuskan dosa selama satu tahun yang telah terlewat.

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu,” (HR. Muslim no. 1975).

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

"Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Asyura, maka beliau bersabda: “Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu,” (HR. Muslim no. 1162).

Dari Ibnu Abbas RA mengabarkan semangat puasa Nabi SAW sebagai berikut:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

“Aku tidak pernah melihat Nabi SAW bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘syura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Tata Cara Melaksanakan Puasa Asyura

Dikutip dari muslim.or.id, terdapat tiga cara dalam melaksanakan puasa sunah Asyura.

Pertama, berpuasa sebelum dan sesudahnya, yakni pada tanggal 9,10 dan 11 Muharram.

Kedua, berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Tata cara kedua ini yang paling banyak ditunjukkan dalam hadis.

Diwartakan dari voa-islam.com, Lajnah Daimah, lembaga riset Ilmiyah dan fatwa yang diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menerangkan tentang kebolehannya, "Boleh berpuasa hari Asyura, satu hari saja.

Tetapi yang paling utama, berpuasa (juga) sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya."

Ini merupakan sunah yang jelas ketetapannya dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam sabdanya.

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan,” (HR. Muslim).

Cara yang ketiga adalah dengan berpuasa di tanggal 10 Muharram saja.

Berpuasa hanya di hari Asyura tanpa menambah satu hari sebelumnya tetap diperbolehkan.

Meski yang lebih utama dengan disertai puasa satu hari sebelumnya.

Kesimpulannya, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid dalam Fadhlu Syahrillaah al-Muharram wa Shiyam 'Asyura, puasa Asyura memiliki beberapa tingkatan.

Paling rendah, berpuasa pada hari itu saja (hari kesepuluh saja).

Di atasnya, berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh.

Terakhir, memperbanyak puasa pada bulan Muharram dan itulah yang terbaik dan paling utama. (TribunWow.com/ Qurrota Ayun)


Source: Tribunnews.com

Previous PostSoal Hasil Seleksi IPDN, Mendagri...
Next PostPolwan Anggota Densus 88 Ditabrak...