Foto Saat Pondok Pesantren Kini Diminati Masyarakat Menengah ke Atas

Pondok Pesantren Kini Diminati Masyarakat Menengah ke Atas

JAKARTA - Saat ini muncul tren positif yakni publik dari golongan ekonomi menengah ke atas cenderung memberikan pendidikan kepada anak-anaknya melalui pondok pesantren.

Kecenderungan ini sangat baik, dan menandakan bahwa Islam kini menjadi life style di lapisan masyarakat yang mampu. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat, Teten Kustiawan. Baitul Muamalat adalah Lembaga Amil Zakat Nasional yang didirikan Bank Muamalat

Teten menjelaskan, kecenderungan di atas tadi dapat terlihat saat timnya melakukan survei untuk memberikan bantuan biaya pendidikan dan uang saku untuk santri tidak mampu.

Baca Juga:
  • KPU Targetkan Surat Suara Pemilu Mulai Dicetak Besok
  • Ma'ruf Amin: Jokowi Ingin Merawat Abu Bakar Baasyir


"Kami sudah lama mengetahui kelompok menengah ke atas yang memberikan anaknya pendidikan melalui ponpes. Nah kami buktikan saat datang ke ponpes, memang betul situasi itu. Ini hal yang sangat baik sekali," kata Teten disela-sela penandatangan MoU Program Beasiswa Tahfidz Muamalat dengan 21 pesantren di wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, Jumat (18/1/2019).

Dalam siaran pers yang diterima Sabtu (19/1/2019), Teten menyebutkan, pihaknya akan menanggung biaya pendidikan 300 santri tahfidz yang kurang mampu dan juga akan memberikan uang saku.

Acara ini juga dihadiri Anggota Pembina Yayasan Baitulmaal Muamalat sekaligus sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko PT Bank Muamalat Indonesia.

"Nah untuk angkatan pertama tahun 2019 ini ada 21 pesantren Alhamdulillah ada 300 siswa hafidz yang akan ditanggung dan tersebar di berbagai daerah.Kami memberikan bantuan untuk santri dari ponpes yang biaya per bulannya maksimal 800 ribu rupiah," ujar Teten.

Dia mengatakan, awalnya ada sekitar 100 pesantren yang mengajukan untuk bekerjasama dalam program beasiswa tahfidz tersebut. Namun, yang memenuhi syarat akhirnya hanya 21 pesantren.

Selain melakukan penandatangan MoU itu, BMM juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim dan dhuafa di sekitar Kantor BBM. Menurut dia, acara ini bertujuan untuk silaturrahim warta Mitra Matraman dengan warga sekitar, sehingga terwujud saling peduli antar sesama anak bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, BMM bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) juga menfasilitasi para karyawan perusahaan dan masyarakat yang berada di sekitar Kantor BBM untuk ikut berpartisipasi dalam aksi donor darah.
(vhs)

Source: Sindonews.com

Previous PostTanggapi Debat Pilpres, MenPAN-RB: Tes...
Next PostUI Masuk Top 100 Emerging...